Kampung Lebak Siu 'Menjelajahi Indonesia' dengan Martabak

Martabak Telor Orins


Merdeka.com - Tangan Mahmud cekatan mencampur telur dengan daging yang sudah dicincang, plus bawang, sedikit lada dan garam ke dalam sebuah gelas plastik. Bahan-bahan itu hendak digunakan sebagai isi martabak. Setelah mengaduk racikan, dia mengambil adonan tepung terigu, lalu sejurus kemudian dibentuk bulat pipih lebar di atas semacam marmer.
Martabak Orins

Martabak Orins


Di samping kanannya, sejenis wajan lempeng besar dengan minyak goreng terlihat sudah mendidih. Tepung yang berbentuk bulat itu pun dimasukkan ke minyak panas dan di tengahnya dimasukkan adonan isi racikannya. Sudah bisa ditebak, Mahmud adalah salah seorang yang menggantungkan hidupnya dari berjualan martabak.

Anda tentu tidak asing lagi dengan makanan yang satu ini. Martabak yang merupakan makanan khas asal India ini kini sudah sangat dikenal di Indonesia. Hampir sebagian besar masyarakat Indonesia mungkin pernah merasakan martabak, baik yang jenisnya martabak manis maupun asin. Bahkan, ada juga yang ketagihan dengan makanan ringan ini.

Tapi, tahukah Anda jika berkat martabak, nama sebuah kampung di Tegal terkenal hingga ke seluruh Indonesia. Adalah Kampung Lebak Siu yang sudah dikenal sebagai kampung yang berhasil ‘menjajah Indonesia’ dengan martabak. Sebab, hampir sebagian besar warga Kampung Lebak Siu, mengadu nasib ke seluruh daerah di Indonesia dengan berjualan martabak.

Bagaimana mengetahui bahwa martabak yang dijual adalah martabak Lebak Siu? Cara yang paling mudah mengetahuinya adalah dari penjualnya. “Biasanya logatnya bahasa ngapak (Tegal),” ujar Mahmud, salah seorang penjual martabak di daerah Tebet Barat, Jakarta.

Kepada merdeka.com, Jumat (14/6) malam, Mahmud menuturkan bahwa hampir sebagian besar warga di kampungnya yakni Lebak Siu, menggantungkan hidup dengan menjajakan martabak di berbagai kota. Salah satu kota favorit yang jadi tujuan mereka adalah Jakarta. “Ya jelas karena Jakarta kan kota besar mas, banyak tukang makanan juga di sini,” katanya dengan logat khas Tegal.

Mahmud menceritakan bahwa kampung halamannya memang dikenal sebagai kampung martabak. Selain karena sudah beredar cerita bahwa kampung tersebut adalah tempat lahirnya martabak di Indonesia, ada alasan lain. Alasannya sederhana. “Karena banyak tukang martabak yang asalnya dari Lebak Siu,” guraunya.

Sebelum mencoba peruntungan di Jakarta, Mahmud mengaku pernah mencoba mencari rezeki di Bandung. Masih dengan mengandalkan kemampuannya meracik martabak. Tidak lama di Bandung, dia memutuskan hijrah ke ibu kota dengan segudang harapan, salah satunya agar bisa hidup layak dengan modal kemampuan meracik martabak.

Agar biaya operasional tidak terlalu mahal, lanjut dia, banyak pedagang martabak yang memanfaatkan lahan di depan mini market untuk berjualan. Uang sewa pun diakuinya tidak menguras kantong. Mahmud sendiri tidak mengetahui secara pasti asal mula kampungnya dijuluki sebagai kampung martabak. “Kalau cerita turun temurun orang-orang tua, ada orang dari India yang kawin sama orang Lebak Siu dan dia yang bikin resep martabaknya. Itu yang saya tahu,” singkatnya.

Dari berbagai literatur yang ada menyebutkan, sekitar tahun 1930-an, beberapa pemuda Lebaksiu, mengadu nasib dengan berjualan makanan dan mainan anak saat perayaan digelar di kota besar semisal Semarang. Di Semarang, salah seorang pemuda yang bernama Ahmad bin Abdul Karim berkenalan dengan seorang pemuda India bernama Abdullah bin Hasan al-Malibary.

Abdullah diajak berkunjung ke kampung halaman Ahmad di Desa Lebaksiu Kidul, Tegal. Abdullah akhirnya mempersunting adik perempuan Ahmad yang bernama Masni binti Abdul Karim. Diceritakan, salah satu keahlian Abdullah adalah membuat makanan yang terbuat dari adonan terigu yang bernama martabak.

Dialah yang disebut-sebut salah satu di antara pemuda-pemuda India yang berhasil memodifikasi martabak dari resep aslinya. Hal ini untuk menyesuaikan dengan citarasa maupun kebiasaan masyarakat di Indonesia, terutama orang Jawa, yang pada umumnya gemar makan sayur-sayuran dan tidak terlalu suka mengonsumsi daging secara berlebihan. Kini, penduduk kampung Lebak Siu berhasil ‘menjajah’ Indonesia dengan racikan martabak

Sumber : http://www.martabakorins.com/blog/2014/05/27/kampung-lebak-siu-menjelajahi-indonesia-dengan-martabak/

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kampung Lebak Siu 'Menjelajahi Indonesia' dengan Martabak"

Post a Comment

Traveting adalah berita Travel, Disini Anda bebas bertanya maupun mengutarakan ide, gagasan, opini secara bebas yang tentu tidak termasuk dalam koridor Sara. Dilarang keras titip Link / URL hidup maupun berupa tulisan atau mempromosikan produknya.